Masih ingat dengan uang bergambar perahu layar? Jika dulu nilainya 100 rupiah, kini nilainya bisa digunakan membeli smartphone.
Uang kertas 100 rupiah yang beredar sebenarnya ada beberapa versi. Mungkin, Kita tak pernah sadar karena perbedaannya tidak begitu mencolok. Ada uang kertas 100 rupiah yang bertuliskan PERAHU PINISI namun ada pula yang bertuliskan PERAHU LAYAR. Selain itu, ada uang kertas 100 rupiah yang memiliki benang pengaman namun ada pula yang tidak memilikinya. Lalu, Seperti apa 100 rupiah kertas yang asli?
Penyebab utama mengapa uang kertas 100 lembar mahal adalah karena adanya rumor dari mulut ke mulut yang menyatakan bahwa uang kertas bertuliskan “PERAHU LAYAR” itu langka. Padahal, uang jenis ini sebenarnya hanya uang fiktif atau buatan oknum pada saat ini. Jika benar uang kertas 100 rupiah mahal, maka harusnya yang dipatok ratusan ribu adalah uang kertas 100 rupiah asli yang merupakan emisi 1992. Maksud dari emisi 1992 adalah uang kertas yang dicetak pada tahun 1992 (ditandai dengan tulisan “Perum Percetakan Uang RI IMP. 1992” pada bagian kanan bawah uang nampak depan).
Masih ingatkah Anda dengan uang kertas pecahan 100 rupiah? uang kertas yang didominasi warna merah putih ini kini memiliki nilai yang sangat fantastis. Jika dulunya uang 100 rupiah hanya bisa digunakan untuk membeli jajanan di pinggir jalan, kini satu lembar uang kertas bergambar perahu layar cukup untuk membeli smartphone.
Uang kertas pecahan 100 rupiah memang memiliki karakteristik unik. Uang kertas 100 rupiah di desain dengan gambar perahu layar khas Sulawesi yang sering juga disebut sebagai perahu phinisi. Oleh karena itu, pada bagian bawah gambar kapal, tepatnya pada gambar ombak tertulis “PERAHU PINISI”.
Fakta tentang uang kertas 100 rupiah
Jika Anda melihat situs Bank Indonesia, Anda akan melihat setiap jenis uang yang pernah dikeluarkan oleh BI. Disana terlihat jelas bahwa BI tidak pernah mengeluarkan uang kertas 100 rupiah bertuliskan PERAHU LAYAR. Jenis uang kertas pecahan 100 rupiah yang dirilis oleh BI pada tanggal 28 Desember 1992 adalah uang kertas dengan tulisan PERAHU PINISI. Soal benang pengaman, uang kertas 100 rupiah asli justru tidak memiliki benang pengaman. Jenis pengaman yang digunakan kala itu adalah watermark logo garuda pancasila.
Penyebab harga uang kertas perahu layar
Penyebab utama mengapa uang kertas 100 lembar mahal adalah karena adanya rumor dari mulut ke mulut yang menyatakan bahwa uang kertas bertuliskan “PERAHU LAYAR” itu langka. Padahal, uang jenis ini sebenarnya hanya uang fiktif atau buatan oknum pada saat ini. Jika benar uang kertas 100 rupiah mahal, maka harusnya yang dipatok ratusan ribu adalah uang kertas 100 rupiah asli yang merupakan emisi 1992. Maksud dari emisi 1992 adalah uang kertas yang dicetak pada tahun 1992 (ditandai dengan tulisan “Perum Percetakan Uang RI IMP. 1992” pada bagian kanan bawah uang nampak depan).
Penyebab lain mengapa banyak orang yang berminat dengan uang kuno ini adalah karena kepercayaan bahwa uang kertas 100 rupiah kertas bisa diubah menjadi pecahan ratusan ribu oleh dukun. Entah darimana rumor ini berasal, namun nyatanya banyak kaum awam yang sengaja mencari uang kertas ratusan demi melakoni praktik sulap yang bisa dikatakan penggandaan uang ini.
SUMBER: www.vebma.com
Masih Ingatkah Dengan Uang Kertas Seratus Rupiah? Sekarang Nilainya Bikin Melongo
4/
5
Oleh
BERITA ONLINE KITA